Classical and Modern Conceptions of Learning Theory Development: A Historical Pedagogical Analysis
Kata Kunci:
Classical Conception, Modern Conception, KnowledgeAbstrak
Classical conceptions, influenced by the thoughts of Plato, Aristotle, Al-Ghazali, Ibn Sina, Al Farabi, and Zarnuji, emphasize the importance of integrating knowledge, morality, and spirituality. Classical education is considered a holistic process that aims not only to transfer knowledge but also to shape the character and morality of individuals. In contrast, the modern conception developed by Francis Bacon, René Descartes, Karl Popper, and Thomas Kuhn emphasizes an empirical and rational approach to acquiring knowledge, focusing on scientific methods and skepticism. This analysis shows that despite fundamental differences between these two conceptions, both have valuable contributions to the development of science and education. Integrating positive elements from both traditions of thought is proposed to form a more balanced and sustainable education in the contemporary era. By combining scientific and empirical approaches with moral and ethical values, modern education can produce intellectually intelligent individuals with strong moral and social integrity.
Referensi
Al Farabi. (2014). Al-Madina al-Fadila (Kota Utama). Penerjemah: Ahmad Najib Burhani. Yogyakarta: Penerbit LKiS.
Al-Ghazali. (2016). Tahafut al-Falasifah (Keruntuhan Para Filosof). Penerjemah: Ahmad Munir. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Aristoteles. (2009). Politika (Politik). Penerjemah: Hardani Sutedjo. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Aristoteles. (2013). Nikomachean Ethics (Etika Nikomachea). Penerjemah: Ahmad Buchori. Jakarta: Penerbit Kanisius.
Francis Bacon. (2010). Novum Organum (Organum Baru). Penerjemah: Agung Prihantoro. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Hidayat, R. (2018). Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pendidikan Modern: Telaah Pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Sina. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 89-101.
Ibnu Sina (Avicenna). (2008). Kitab al-Shifa (Buku Penyembuhan). Penerjemah: Ahmad Subhan. Bandung: Penerbit Mizan.
Imam Zarnuji. (2003). Ta'lim al-Muta'allim Tariq at-Ta'allum (Instruksi untuk Pelajar: Metode Pembelajaran). Penerjemah: Abdul Hamid. Jakarta: Pustaka Amani.
Karl Popper. (2002). Logika Penemuan Ilmiah (The Logic of Scientific Discovery). Penerjemah: Anton Adiwiyoto. Bandung: Penerbit Remaja Rosdakarya.
Plato. (2007). Republik. Penerjemah: Yudi Santoso. Yogyakarta: Penerbit Jendela.
Rahman, M. (2017). Rasionalisme dalam Pendidikan: Kontribusi René Descartes terhadap Metodologi Ilmiah. Jurnal Filsafat dan Ilmu Pengetahuan, 9(4), 112-126.
René Descartes. (2005). Meditasi Pertama (Meditations on First Philosophy). Penerjemah: Achmad Baiquni. Jakarta: Pustaka Obor.
Santoso, B. (2021). Falsifikasi dan Revolusi Paradigma: Pengaruh Karl Popper dan Thomas Kuhn terhadap Ilmu Pendidikan. Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, 17(1), 67-82.
Siregar, A., & Situmorang, D. (2019). Pengaruh Pemikiran Plato dan Aristoteles terhadap Pendidikan di Era Modern. Jurnal Filsafat dan Teori Pendidikan, 12(2), 123-135.
Sukmawati, D. (2020). Pendekatan Empiris dalam Pendidikan: Analisis Kritis terhadap Metode Francis Bacon. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(3), 201-215.
Thomas S. Kuhn. (2012). Struktur Revolusi Ilmiah (The Structure of Scientific Revolutions). Penerjemah: Anwar Holil. Jakarta: Penerbit ITB
Yusuf, A. (2015). Konsep Pendidikan Holistik: Menggabungkan Pemikiran Klasik dan Modern. Jurnal Teori dan Praktik Pendidikan, 8(2), 45-60.148.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Teungku: Jurnal Guru Nahdlatul Ulama

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.